Senin, 17 November 2014

90 tahun manifesto komunis

90 Tahun Manifesto Komunis

Sungguh sulit dipercaya kalau 10 tahun lagi Manifesto Partai Komunis akan berumur 100 tahun! Pamflet tersebut, yang menunjukkan kejeniusan yang lebih besar daripada sosok manapun di dunia literatur, bahkan masih mengejutkan kita hari ini dengan kesegarannya. Bagian-bagian terpenting dari pamflet tersebut seakan-akan ditulis kemarin. Jelas sekali, para penulisnya yang muda (Marx berumur 29 tahun, Engels berumur 27 tahun) mampu melihat lebih jauh ke depan dibandingkan siapa pun sebelum mereka, dan mungkin siapa pun setelah mereka.
Semenjak pendahuluan yang mereka tulis bersama untuk edisi tahun 1872, Marx dan Engels menyatakan bahwa kendati beberapa kalimat sekunder di dalam Manifesto telah menjadi kuno, mereka merasa mereka tidak punya lagi hak untuk mengubah teks ini karena Manifesto Komunis telah menjadi sebuah dokumen bersejarah, selama periode 25 tahun semenjak diterbitkannya. Enam puluh lima tahun telah berlalu sejak itu. Sejumlah kalimat di dalam Manifesto telah surut bahkan lebih jauh lagi ke masa lalu. Kita akan mencoba menjabarkan secara singkat di dalam pendahuluan ini gagasan-gagasan di dalam Manifesto Komunis yang masih memiliki kekuatan penuhnya hari ini dan gagasan-gagasan yang membutuhkan perubahan penting atau penekanan.
1. Konsepsi materialis atas sejarah, yang ditemukan oleh Marx dan digunakan dengan sangat berhasil di dalam Manifesto Komunis, telah sepenuhnya teruji oleh peristiwa-peristiwa dan berhasil menahan pukulan-pukulan kritik yang keras. Hari ini ia adalah salah satu instrumen pemikiran manusia yang paling berharga. Semua interpretasi proses sejarah lain telah kehilangan semua makna ilmiahnya. Kita dapat menyatakan dengan kepastian bahwa di masa sekarang kita tidak akan bisa menjadi seorang militan revolusioner, atau bahkan seorang pengamat politik yang handal, tanpa menyerap interpretasi materialis atas sejarah.
2. Bab pertama dari Manifesto Komunis dibuka dengan kalimat berikut ini: “Sejarah dari semua masyarakat yang ada hingga sekarang ini adalah sejarah perjuangan kelas.” Postulat ini, kesimpulan terpenting yang ditarik dari interpretasi materialis atas sejarah, segera menjadi sebuah isu di dalam perjuangan kelas. Orang-orang munafik yang reaksioner, para doktriner liberal, dan para demokrat idealis segera melemparkan serangan-serangan yang penuh racun ke teori ini, yakni teori yang membantah pemahaman lama yang mengatakan bahwa kekuatan pendorong sejarah adalah perjuangan kepentingan-kepentingan material untuk “kesejahteraan bersama”, “persatuan nasional”,  dan “kebenaran moral yang abadi”. Mereka kemudian diikuti oleh rekrut-rekrut baru dari jajaran gerakan buruh itu sendiri, oleh kaum revisionis, yakni orang-orang yang ingin mengkaji (“mengubah”) Marxisme dalam semangat kolaborasi kelas dan konsiliasi kelas. Akhirnya, di masa kita sendiri, jalan yang sama telah diikuti dalam prakteknyaoleh para epigon terkutuk dari Komunis Internasional[1] (kaum “Stalinis”): kebijakan Front Rakyat atau Front Popular[2] mengalir sepenuhnya dari penyangkalan terhadap hukum-hukum perjuangan kelas. Sementara, epos imperialisme, yang membawa semua kontradiksi-kontradiksi sosial ke tensi tertingginya, justru adalah fakta yang memberikan Manifesto Komunis kejayaan teoritisnya yang tertinggi.
3. Anatomi kapitalisme, sebagai sebuah tahapan tertentu dalam perkembangan ekonomi masyarakat, dijelaskan sepenuhnya oleh Marx dalam Kapital (1867). Tetapi bahkan di dalam Manifesto Komunis garis-garis utama dari analisa Kapital sudah terpatri dengan tegas: pembayaran kemampuan kerja (labourpower) yang sesuai dengan biaya produksinya; apropriasi nilai surplus oleh kaum kapitalis;  kompetisi sebagai hukum dasar relasi-relasi sosial; kehancuran kelas-kelas menengah, yakni kelas borjuis kecil perkotaan dan kaum tani; konsentrasi kekayaan di tangan segelintir pemilik properti yang semakin kecil jumlahnya, di satu kutub, dan pertumbuhan kaum proletariat dalam jumlah, di kutub yang lain; persiapan prakondisi-prakondisi material dan politik untuk rejim sosialis.
4. Proposisi di dalam Manifesto Komunis yang mengatakan bahwa kapitalisme cenderung menurunkan taraf hidup kaum buruh, dan bahkan mengubahnya menjadi fakir miskin, telah diserang habis-habisan. Para pendeta, para profesor, para jurnalis, para teoretikus Sosial Demokratik, dan para pemimpin serikat buruh menentang apa-yang-disebut “teori pemiskinan”. Mereka selalu menemukan tanda-tanda adanya peningkatan kesejahteraan rakyat pekerja, dengan mencampur aduk buruh aristokrat dan proletariat, atau melihat tendensi sementara sebagai sesuatu yang permanen. Sementara, bahkan perkembangan kapitalisme yang paing kuat di dunia, yakni kapitalisme Amerika Serikat, telah mengubah jutaan buruh menjadi fakir miskin yang dihidupi oleh bantuan sosial dari pemerintahan federal dan pemerintahan kota, atau derma pribadi.
5. Bertentangan dengan Manifesto Komunis, yang menggambarkan krisis-krisis komersial dan industrial sebagai serangkaian bencana yang semakin hari menjadi semakin ekstensif, kaum revisionis bersumpah bahwa perkembangan trust-trust[3] akan menjamin kontrol terhadap pasar, dan perlahan-lahan akan mengarah pada penghilangan krisis. Akhir abad yang lalu dan awal dari abad sekarang ini pada kenyataannya ditandai oleh sebuah perkembangan kapitalisme yang begitu kuat sehingga membuat krisis-krisis tampak seperti kemacetan “aksidental”. Tetapi epos ini telah berlalu dan tidak akan kembali lagi. Pada analisa terakhir, kebenaran ternyata ada di sisi Marx dalam masalah ini juga.
6. “Badan eksekutif negara modern tidak lain adalah sebuah komite untuk mengelola urusan-urusan bersama seluruh kaum borjuasi.” Formula yang ringkas ini, yang dilihat oleh para pemimpin Sosial Demokrasi sebagai sebuah paradoks jurnalistik, mengandung satu-satunya teori ilmiah mengenai negara. Demokrasi yang dibangun oleh kaum borjuasi bukanlah, seperti pikir Bernstein dan Kautsky, sebuah karung kosong yang bisa diisi dengan konten kelas apa pun. Demokrasi borjuis hanya dapat melayani kelas borjuasi. Sebuah pemerintahan “Front Rakyat”, entah itu dipimpin oleh Blum[4] atau Chautemps[5], Caballero[6] atau Negrin[7], hanyalah “sebuah komite untuk mengelola masalah-masalah bersama seluruh kaum borjuasi.” Bila “komite” ini tidak becus mengelola, kaum borjuasi akan memecatnya.
7. “Setiap perjuangan kelas adalah perjuangan politik.” “Mengorganisasi kaum proletariat sebagai sebuah kelas [adalah] sebagai konsekuensinya mengorganisasinya ke dalam sebuah partai politik.” Aktivis serikat buruh, di satu pihak, dan kaum anarko-sindikalis, di pihak lain, sejak lama telah menjauhi – dan bahkan sekarang mencoba menjauhi – pemahaman akan hukum historis ini. Serikat-buruhisme “murni” sekarang telah menderita sebuah pukulan yang meremukkan di tempat perlindungan utamanya: Amerika Serikat. Anarko-sindikalisme telah menderita kekalahan telak di benteng pertahanan terakhirnya – Spanyol. Di sini juga Manifesto terbukti benar
8.Kaum proletariat tidak dapat merebut kekuasaan di dalam kerangka legalitas yang dibentuk oleh kaum borjuasi. “Kaum Komunis menyatakan secara terbuka bahwa cita-cita mereka hanya bisa dicapai dengan penumbangan paksa terhadap semua kondisi-kondisi sosial yang ada.” Reformisme mencoba menjelaskan postulat dari Manifesto Komunis ini dengan alasan bahwa gerakan pada saat itu belumlah matang, dan demokrasi masih belum berkembang secara memadai.  Nasib Italia, Jerman dan banyak negeri “demokrasi” lainnya membuktikan bahwa “ketidakmatangan” adalah ciri-ciri unik dari gagasan reformis itu sendiri.
9. Untuk membentuk masyarakat sosialis, kelas buruh harus mengonsentrasikan ke dalam tangannya sebuah kekuatan yang demikian besar sehingga mampu meremukkan semua rintangan politik yang menghalangi jalannya ke sistem yang baru itu. “Kelas proletariat yang terorganisir sebagai kelas penguasa” – inilah kediktatoran. Pada saat yang sama ini adalah satu-satunya demokrasi proletarian yang sejati. Cakupan dan kedalaman dari demokrasi proletarian ini bergantung pada kondisi-kondisi historis yang konkret. Semakin banyak negara yang mengambil jalan revolusi sosialis, maka semakin bebas dan semakin fleksibel bentuk yang akan diambil oleh kediktatoran proletariat ini, dan semakin luas dan dalam demokrasi buruh ini.
10. Perkembangan internasional dari kapitalisme telah mengkodratkan karakter internasional dari revolusi proletarian. “Aksi yang tersatukan, dari negeri-negeri beradab yang terutama setidaknya, adalah salah satu prakondisi untuk emansipasi kaum proletariat.” Perkembangan kapitalisme selanjutnya telah mengikat erat semua bagian dari planet kita, yang “beradab” dan yang “tidak beradab”, sehingga masalah revolusi sosialis telah sepenuhnya dan secara menentukan mengambil karakter internasional. Birokrasi Soviet mencoba melikuidasi Manifesto Komunis sehubungan dengan masalah fundamental ini.  Degenerasi Bonapartis dari negara Soviet adalah sebuah ilustrasi yang mencolok mata dari kekeliruan teori sosialisme di satu negeri.
11. “Ketika, dalam perjalanan perkembangannya, perbedaan-perbedaan kelas telah menghilang, dan semua produksi telah dipusatkan ke dalam tangan sebuah perserikatan luas dari seluruh bangsa, pemerintahan publik akan kehilangan karakter politiknya.” Dalam kata lain, negara akan melayu. Masyarakat akan tetap ada, tetapi bebas dari belenggu negara. Ini tidak lain adalah sosialisme. Teori yang sebaliknya: menguatnya penindasan negara yang menyeramkan di Uni Soviet adalah bukti yang jelas bahwa masyarakat Uni Soviet sedang bergerak menjauhi sosialisme.
12. “Kaum buruh tidak memiliki tanah air.” Kata-kata dari Manifesto Komunis ini sering kali dianggap oleh kaum filistin hanya sebagai sebuah frase agitasi yang pintar. Pada kenyataannya kata-kata ini menyediakan kepada kaum proletariat satu-satunya panduan untuk menjawab masalah “tanah air” kapitalis. Pelanggaran terhadap panduan ini[8] oleh Internasional Kedua[9] tidak hanya menyebabkan empat tahun kehancuran di Eropa[10], tetapi juga stagnasi kebudayaan dunia. Menimbang peperangan baru yang akan datang[11], yang kedatangannya telah dibuka jalannya oleh pengkhianatan Internasional Ketiga, Manifesto Komunis bahkan sekarang masih merupakan panduan yang paling dapat diandalkan untuk menjawab permasalahan “tanah air” kapitalis.
Dengan ini, kita melihat bagaimana karya bersama dan singkat dari dua penulis ini [Marx dan Engels] terus menyediakan panduan-panduan penting untuk masalah-masalah perjuangan emansipasi yang paling penting dan paling mendesak. Buku lain mana yang dapat dibandingkan dengan Manifesto Komunis? Tetapi ini tidak berarti bahwa setelah 90 tahun perkembangan kekuatan-kekuatan produksi yang tanpa preseden dan perjuangan-perjuangan sosial yang luas, Manifesto Komunis tidak membutuhkan koreksi atau tambahan. Program dan prognosis diuji dan diperbaiki melalui pengalaman, yang merupakan standar ukuran tertinggi untuk penalaran manusia. Manifesto Komunis, juga, membutuhkan koreksi dan tambahan. Akan tetapi, seperti yang telah dibuktikan oleh pengalaman sejarah, koreksi-koreksi dan tambahan-tambahan ini hanya dapat dibuat secara berhasil dengan menggunakan metode yang menjadi fondasi Manifesto Komunis itu sendiri. Kita akan mencoba menjabarkan ini dalam beberapa contoh yang paling penting.
1. Marx mengajarkan bahwa tidak ada sistem sosial yang akan angkat kaki dari arena sejarah sebelum sistem sosial ini menghabiskan seluruh potensi kreativitasnya. Manifesto Komunis mengkritik kapitalisme karena ia menghambat perkembangan kekuatan-kekuatan produksi. Akan tetapi, selama periode itu, dan juga pada dekade-dekade selanjutnya, penghambatan ini hanya bersifat relatif. Bila saja pada paruh kedua abad ke-19 kita bisa mengorganisasi ekonomi secara sosialis, maka tempo pertumbuhan ekonomi akan jauh lebih cepat. Tetapi postulat teoritis yang tak terbantahkan ini tidak menihilkan fakta bahwa kekuatan-kekuatan produksi terus berkembang dalam skala dunia, sampai pada perang dunia [Perang Dunia I]. Hanya pada 20 tahun terakhir, kendati pencapaian sains dan teknologi yang paling modern, kita mulai saksikan epos stagnasi dan bahkan kemunduran ekonomi dunia. Umat manusia mulai menghabiskan kapital yang telah diakumulasinya, sementara perang yang akan datang [Perang Dunia II] mengancam menghancurkan fondasi-fondasi peradaban manusia untuk bertahun-tahun ke depan. Pengarang Manifesto Komunis berpikir bahwa kapitalisme akan dirubuhkan jauh sebelum rejim kapitalis yang relatif reaksioner ini berubah menjadi sebuah rejim yang sungguh-sungguh reaksioner. Perubahan ini mengambil bentuk finalnya di depan mata generasi hari ini, dan mengubah epos kita menjadi epos peperangan, revolusi, dan fasisme.
2. Kekeliruan Marx dan Engels dalam penanggalan historis mengalir, di satu pihak, dari menaksir terlalu rendah kemungkinan-kemungkinan laten dalam kapitalisme, dan, di pihak lain, menaksir terlalu tinggi kematangan revolusioner kaum proletariat. Revolusi 1848[12] tidak berubah menjadi sebuah revolusi sosialis seperti yang diperkirakan oleh Manifesto Komunis, tetapi membuka jalan bagi Jerman untuk perkembangan kapitalis yang luas di masa depan. Komune Paris[13] membuktikan bahwa kaum proletariat, tanpa memiliki kepemimpinan dari sebuah partai revolusioner yang tertempa, tidak dapat merebut kekuasaan dari kaum borjuasi. Sementara, periode kemakmuran kapitalis yang berkepanjangan yang menyusul setelah Komune Paris bukannya membawa edukasi bagi kaum pelopor revolusioner, tetapi justru membawa degenerasi borjuis di antara aristokrasi buruh, yang pada gilirannya menjadi hambatan terutama terhadap revolusi proletariat. Para pengarang Manifesto Komunis tidak mungkin bisa memprediksi “dialektika” ini.
3. Bagi Manifesto Komunis, kapitalisme adalah kerajaan kompetisi bebas. Sementara ia berbicara mengenai konsentrasi kapital yang terus menguat, Manifesto Komunis tidak menarik kesimpulan yang diperlukan mengenai monopoli, yang telah menjadi bentuk kapitalisme yang dominan di epos kita hari ini dan prakondisi yang paling penting bagi ekonomi sosialis. Hanya setelah itu, di dalam Kapital, Marx menjabarkan tendensi transformasi persaingan bebas menjadi monopoli. Lenin-lah yang kemudian memberikan karakterisasi ilmiah terhadap kapitalisme monopoli di dalam bukunya Imperialisme [Imperialisme, Tahapan Tertinggi Kapitalisme].
4. Mendasarkan diri mereka dari contoh “Revolusi Industri” di Inggris, para pengarang Manifesto Komunis menggambarkan proses likuidasi kelas-kelas menengah (pengrajin, pedagang kecil, dan kaum tani) dan proletarianisasi penuh kelas-kelas ini dengan terlalu unilateral. Pada kenyataannya, kekuatan-kekuatan dasar kompetisi sangatlah jauh dari menuntaskan kerja yang progresif dan juga barbar ini. Kapitalisme telah menghancurkan kaum borjuis kecil dengan kecepatan yang jauh lebih cepat daripada kemampuannya untuk mengubah mereka menjadi kaum proletar. Lebih lanjut lagi, negara borjuis sejak lama telah mengimplementasi secara sadar kebijakan untuk mempertahankan secara artifisial strata borjuis kecil. Di kutub yang berlawanan, pertumbuhan teknologi dan rasionalisasi industri skala besar menciptakan situasi pengangguran kronik dan menghalangi proletarianisasi kaum borjuis kecil. Pada saat yang sama, perkembangan kapitalisme telah mempercepat secara ekstrem pertumbuhan pasukan teknisi, administrator, pekerja komersial, dalam kata lain apa yang disebut “kelas menengah baru”. Sebagai akibatnya, kelas-kelas menengah ini, yang menurut Manifesto Komunis akan melenyap, membentuk sekitar setengah dari populasi bahkan di Jerman yang sangat terindustrialisasi. Akan tetapi, mempertahankan secara artifisial strata borjuis-kecil yang sudah usang ini sama sekali tidak melunakkan kontradiksi-kontradiksi sosial yang ada. Sebaliknya, ini justru menanam kebencian yang besar di antara strata borjuis kecil, dan bersama-sama dengan pasukan pengangguran permanen [lumpenproletar] mereka adalah ekspresi yang paling gelap dari kebusukan kapitalisme.
5. Ditulis dengan memperkirakan tibanya sebuah epos revolusi, Manifesto Komunis mengandung (pada akhir Bab II) 10 tuntutan yang disesuaikan untuk periode transisi langsung dari kapitalisme ke sosialisme. Di pendahuluan mereka untuk edisi 1872, Marx dan Engels menyatakan bahwa sebagian tuntutan ini sudah usang dan hanya memiliki signifikansi yang sekunder. Kaum reformis menggunakan kata-kata Marx dan Engels ini untuk mengartikan bahwa tuntutan transisional revolusioner telah selamanya digantikan oleh “program minimum” Sosial Demokratik, yang seperti kita ketahui dengan baik tidak melampaui batas-batas demokrasi borjuasi. Pada kenyataannya, para pengarang Manifesto Komunis ini mengindikasikan dengan cukup jelas koreksi utama dari program transisional mereka, yakni, “kelas buruh tidak dapat begitu saja mengambil kendali mesin negara yang sudah ada [baca: mesin negara borjuasi – Pent.] dan menggunakannya untuk kepentingan mereka sendiri.” Dalam kata lain, koreksi ini diarahkan untuk melawan fetisisme terhadap demokrasi borjuasi. Marx kemudian mempertentangkan negara kapitalis dengan negara tipe Komune [Paris]. “Tipe” ini kemudian mengambil bentuk soviet[14] yang lebih jelas. Hari ini tidak akan bisa ada sebuah program revolusioner tanpa soviet dan tanpa kontrol buruh. Sepuluh tuntutan Manifesto Komunis, yang tanpanya “usang” di dalam epos aktivitas parlementer yang damai, hari ini telah sepenuhnya memperoleh kembali signifikansi riil mereka. “Program minimum” Sosial Demokratik, di pihak lain, telah menjadi usang dan menyedihkan.
6. Mendasarkan ekspektasi mereka bahwa “Revolusi borjuis Jerman [pada 1848] ... akan menjadi sebuah pembukaan untuk revolusi proletariat yang akan segera menyusulnya,” Manifesto Komunis berbicara mengenai kondisi-kondisi peradaban Eropa yang jauh lebih maju dibandingkan dengan apa yang ada di Inggris pada abad ke-17 dan di Prancis pada abad ke-18, dan perkembangan kaum proletariat yang jauh lebih besar. Kekeliruan prognosis ini bukan hanya pada penanggalan. Revolusi 1848 mengungkapkan dalam waktu beberapa bulan bahwa justru di bawah kondisi-kondisi yang lebih maju ini semua kelas borjuasi tidak mampu menuntaskan revolusi. Kelas borjuasi besar dan menengah terlalu terikat pada para tuan tanah, dan mereka takut terhadap massa rakyat; kelas borjuis kecil terlalu terpecah-pecah dan kepemimpinannya terlalu tergantung pada borjuasi besar. Seperti yang telah dibuktikan oleh seluruh perkembangan di Eropa dan Asia yang selanjutnya, revolusi borjuis dalam dirinya sendiri sudah tidak bisa lagi dituntaskan. Penghapusan seluruh sampah feodal dari masyarakat hanya mungkin terjadi bila kaum proletariat, yang bebas dari pengaruh partai-partai borjuis, dapat memimpin kaum tani dan membangun kediktatoran revolusioner. Dengan ini maka revolusi borjuis menjadi terjalin dengan tahapan pertama revolusi sosialis, dan selanjutnya menjadi bagian di dalamnya. Revolusi nasional dengan demikian menjadi sebuah mata rantai dari revolusi dunia. Transformasi fondasi ekonomi dan semua relasi-relasi sosial mengambil karakter yang permanen (tak terinterupsi).
Bagi partai-partai revolusioner di negeri-negeri terbelakang di Asia, Amerika Latin, dan Afrika, sebuah pemahaman yang jelas mengenai hubungan organik antara revolusi demokratik dan kediktatoran proletariat – dan oleh karenanya, revolusi sosialis internasional – adalah masalah hidup-mati.
7. Manifesto Komunis menjelaskan bagaimana kapitalisme menarik negeri-negeri terbelakang dan barbar ke dalam pusarannya. Akan tetapi Manifesto Komunis tidak berbicara mengenai perjuangan kemerdekaan negeri-negeri kolonial dan semi-kolonial. Sejauh Marx dan Engels mempertimbangkan revolusi sosial “di negeri-negeri beradab yang utama setidaknya” sebagai sesuatu yang akan terjadi dalam waktu beberapa tahun ke depan, masalah kolonial akan terpecahkan secara otomatis bagi mereka, bukan sebagai konsekuensi dari gerakan kemerdekaan dari bangsa-bangsa yang terjajah ini tetapi sebagai konsekuensi dari kemenangan kelas proletariat di pusat-pusat kapitalisme. Masalah strategi revolusioner di negeri-negeri kolonial dan semi-kolonial oleh karenanya tidak disentuh sama sekali oleh Manifesto Komunis. Namun masalah ini menuntut solusi tersendiri. Contohnya, cukup jelas bahwa “tanah air nasional” telah menjadi hambatan sejarah yang paling beracun di negeri-negeri kapitalis maju, akan tetapi masalah “tanah air nasional” masih merupakan sebuah faktor yang secara relatif progresif di negeri-negeri terbelakang yang terdorong untuk berjuang demi kemerdekaan mereka.
“Kaum Komunis dimana pun mendukung setiap gerakan revolusioner yang melawan tatanan sosial dan politik yang ada,” tulis Manifesto Komunis. Gerakan ras-ras berwarna dalam melawan penindas imperialis mereka adalah salah satu gerakan yang paling penting dan kuat dalam melawan tatanan yang ada dan oleh karenanya menuntut dukungan yang penuh, tanpa kondisi, dan tak terbatas dari kaum proletariat kulit putih.  Lenin adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam mengembangkan strategi revolusioner bagi bangsa-bangsa atau nasionalitas-nasionalitas tertindas.
8. Bagian yang paling tua dan usang dari Manifesto Komunis – bukan dalam hal metode tetapi dalam hal materi – adalah kritiknya terhadap literatur-literatur “sosialis” pada paruh pertama abad ke-19 (Bab III) dan definisi posisi kaum Komunis dalam hubungannya dengan berbagai partai-partai oposisi (Bab IV). Gerakan-gerakan dan partai-partai yang dijabarkan di Manifesto Komunis sudah tersapu habis oleh revolusi 1848 atau kontra-revolusi yang menyusulnya, sehingga kita hanya dapat mencari nama mereka sekarang di kamus sejarah. Akan tetapi, di dalam bagian ini, Manifesto Komunis mungkin lebih dekat dengan kita sekarang dibandingkan pada generasi sebelumnya. Selama epos memekarnya Internasional Kedua, ketika Marxisme tampaknya mendominasi, gagasan-gagasan sosialisme pra-Marxis dapat dianggap telah terkubur dalam-dalam di masa lalu. Sekarang ini telah berubah. Bangkrutnya Sosial Demokrasi dan Komunis Internasional di setiap langkah telah menyebabkan kemunduran ideologi yang mengerikan. Pikiran yang uzur tampaknya telah menjadi kekanak-kanakan. Guna mencari formula yang dapat menjawab semua pertanyaan, para nabi dari epos kemunduran ini menemukan kembali doktrin-doktrin yang telah lama dikubur oleh sosialisme ilmiah.
Mengenai masalah partai-partai oposisi, dalam ranah inilah dekade-dekade yang sudah lewat ini telah memperkenalkan perubahan-perubahan yang paling dalam. Partai-partai yang lama bukan hanya telah disingkirkan oleh partai-partai yang baru, tetapi karakter partai-partai ini dan relasi di antara mereka juga telah berubah secara radikal di bawah kondisi-kondisi epos imperialisme. Manifesto Komunis oleh karenanya harus disuplemen dengan dokumen-dokumen terpenting dari empat kongres pertama Komunis Internasional, karya-karya utama Bolshevisme, dan keputusan-keputusan dari konferensi-konferensi Internasional Keempat[15].
Kita telah mengatakan di atas bahwa menurut Marx tidak ada tatanan sosial yang akan meninggalkan arena sejarah sebelum menghabiskan potensi-potensi yang laten di dalamnya. Akan tetapi, bahkan sebuah tatanan sosial yang usang tidak akan meninggalkan panggung sejarah tanpa perlawanan. Perubahan rejim sosial mensyaratkan bentuk perjuangan kelas yang paling keras, yakni revolusi. Bila kaum proletariat, untuk satu alasan atau lainnya, terbukti tidak mampu menumbangkan tatanan borjuasi yang sudah uzur ini dengan sebuah pukulan yang tegas, maka kapital finans dalam usahanya untuk mempertahankan kekuasaannya yang tidak stabil akan menggunakan kaum borjuis kecil yang sudah hancur dan terdemoralisasi olehnya dan mengubahnya menjadi pasukan fasis. Degenerasi borjuis dari Sosial Demokrasi dan degenerasi fasis dari kaum borjuis kecil adalah dua hal yang saling terkait sebagai sebab dan akibat.
Di periode sekarang ini, Internasional Ketiga menipu dan meremukkan semangat rakyat pekerja di semua negeri, dan ia melakukan kerja ini dengan jauh lebih ceroboh dibandingkan dengan Internasional Kedua. Dengan membantai kaum pelopor proletariat Spanyol, para agen-agen bayaran Moskow tidak hanya membuka jalan bagi fasisme tetapi mereka juga membantu kerja kaum fasis. Krisis revolusi internasional yang berkepanjangan, yang semakin berubah menjadi krisis peradaban manusia, pada akhirnya dapat direduksi ke krisis kepemimpinan revolusioner.
Sebagai pewaris tradisi yang maha besar, dimana Manifesto Komunis adalah mata rantai terpenting dari tradisi ini, Internasional Keempat sedang mendidik kader-kader baru untuk menghadapi tugas-tugas lama. Teori adalah realitas yang digeneralisasi. Di dalam sebuah sikap yang jujur terhadap teori revolusioner terekspresikan sebuah keinginan yang penuh semangat untuk membangun kembali realitas sosial. Di bagian selatan Benua Hitam [Afrika], para kamerad kita adalah yang pertama menerjemahkan Manifesto Komunis ke dalam bahasa Afrikaan, dan ini adalah ilustrasi yang jelas bahwa pemikiran Marxis terus menyala hari ini hanya di bawah panji Internasional Keempat.  Masa depan adalah miliknya. Ketika ulang tahun ke-100 Manifesto Komunis dirayakan, Internasional Keempat akan sudah menjadi kekuatan revolusioner yang menentukan di planet ini.[16]***
Ditulis: 30 Oktober, 1937
Pertama kali Diterbitkan: Dalam bahasa Afrikaan di Afrika Selatan untuk edisi pertama Manifesto Komunis dalam bahasa tersebut. Dalam bahasa Inggris di The New International [New York], Vol.IV No.2, Februari 1938, hal.53-55, 63.
Diterjemahkan oleh: Ted Sprague (8 November 2014). Sumber “NinetyYears of theCommunist Manifesto” dari Trotsky Internet Archive.

[1] Komunis Internasional (1919-1943), disebut juga Internasional Ketiga. Setelah kemenangan Revolusi Rusia pada tahun 1917 dan sementara republik Soviet masih berjuang dalam Perang Sipil, Bolshevik menyerukan kepada kaum revolusioner sedunia untuk datang ke Moskow dan membentuk sebuah organisasi internasional baru dari kaum komunis yang revolusioner. Tujuan dari Komunis Internasional adalah menyebarkan revolusi sosialis ke seluruh dunia. Setelah Uni Soviet sendiri mulai mengalami degenerasi, yakni setelah kematian Lenin dan pengasingan Trotsky, Komunis Internasional mulai mengalami degenerasi. Komunis Internasional akhirnya dibubarkan oleh Stalin pada tahun 1943 untuk berkompromi dengan kekuatan Sekutu.
[2]Front Rakyat atau Front Popular adalah taktik yang diusung oleh kaum Stalinis di sejumlah negeri (Spanyol terutama, juga di Indonesia dimana PKI menyerukan dukungan terhadap kaum borjuasi nasionalis “progresif” di bawah Soekarno, lalu juga selama periode fasisme), dimana kelas buruh didorong untuk melakukan aliansi kelas dengan kelas borjuasi “progresif” dengan alasan bahwa tahapan revolusi saat ini adalah revolusi borjuis, atau demi menghadang fasisme. Kebijakan Front Popular ini secara praktek berarti mengebiri kemandirian kelas proletariat dan menjadi penghambat kemenangan revolusi sosialis.
[3]Trust adalah sebuah perusahaan monopoli besar yang menguasai berbagai cabang industri dari hulu hingga hilir.
[4]Leon Blum (1872-1950) adalah seorang politisi Prancis dari Partai Sosialis. Pada saat kenaikan Hitler dan Nazi Jerman, dia membentuk Front Popular dengan partai-partai kiri dan sentris lainnya pada bulan Mei 1936. Buruh Prancis menyambut kemenangan Front Popular dengan pemogokan dan pendudukan pabrik-pabrik mereka karena mereka melihat bahwa revolusi sudah mulai bergulir, tetapi Leon Blum menyuruh para buruh untuk kembali bekerja karena ia tidak percaya bahwa buruh bisa menang; dan akhirnya gerakan buruh Prancis dipatahkan oleh para pemimpin reformis.
[5]Camille Chautemps (1885-1963) adalah politisi dari partai Radikal (sebuah partai borjuis liberal) di Prancis. Dia menjabat sebagai Perdana Menteri Prancis pada 1930, 1933-34, dan 1937-38. Pada 1937 dia menggantikan Leon Blum sebagai kepala pemerintahan Front Popular.
[6]Francisco Largo Caballero (1869-1946) adalah seorang politisi dan aktivis serikat buruh dari Spanyol. Dia memimpin Partai Buruh Sosialis Spanyol (PSOE) dan Serikat Buruh Umum (UGT). Pada 1936-37 dia menjabat sebagai Perdana Menteri Republik Spanyol Kedua (Pemerintahan Front Popular) selama Perang Sipil Spanyol.
[7]Juan Negrin (1892-1965) adalah pemimpin Partai Buruh Sosial Spanyol (PSOE). Dia menggantikan Caballero sebagai Perdana Menteri Republik Spanyol Kedua pada 1937-39, sebelum pemerintahannya ditumbangkan oleh Franco dan kaum fasis.
[8]Pada 1914, para pemimpin Sosial Demokrasi dari Internasional Kedua menyatakan dukungan mereka terhadap Perang Dunia Pertama dengan dalih bahwa tugas kaum buruh adalah membela tanah air mereka.
[9]Internasional Kedua dibentuk pada 1881 oleh partai-partai buruh massa Eropa. Organisasi internasional ini mendasarkan dirinya pada gagasan Marxisme. Akan tetapi dalam perjalanannya, banyak para pemimpin Internasional Kedua mulai mengadopsi gagasan reformisme. Pada 1914, mayoritas seksi Internasionale Kedua mendukung Perang Dunia Pertama, dan ini menandai kehancuran organisasi tersebut.
[10]Akibat keputusan dari para pemimpin Sosial Demokrasi dari Internasional kedua untuk mendukung tiap-tiap negeri kapitalis mereka sendiri, meledaklah Perang Dunia Pertama dari 1914-1918.
[11]Prognosis Leon Trotsky terbukti benar. Dua tahun setelah ditulisnya artikel ini, Perang Dunia Kedua meledak pada tahun 1939.
[12]Revolusi 1848 adalah serangkaian gejolak politik yang berlangsung di Eropa Barat pada 1848. Ia adalah periode gelombang revolusioner yang paling luas di dalam sejarah Eropa, tetapi dalam waktu satu tahun revolusi ini dipatahkan dan kekuatan reaksioner merebut kendali. Revolusi ini menyentuh terutama Prancis, Jerman, Belanda, Polandia, Italia, dan Kerajaan Austria. Marx dan Engels menulis banyak mengenai Revolusi 1848 ini, seperti dalam karya-karya utama ini: “Revolusi dan Kontra-revolusi di Jerman” dan “Brumaire XVIII Louis Bonaparte”.
[13]Komune Paris adalah revolusi pekerja pertama yang berhasil merebut kekuasaan walaupun hanya untuk sementara. Komune Paris berdiri dari 28 Maret hingga 28 Mei 1871. Setelah kekalahan Prancis dalam perang Franco-Prusia, Pemerintahan Pertahanan Nasional mengakhiri perang melawan Jerman dengan syarat-syarat yang kejam, salah satunya pendudukan Paris yang secara heroik telah bertahan selama enam bulan melawan pengepungan oleh tentara Jerman.  Rakyat pekerja Paris sangat marah terhadap pendudukan ini dan menolak untuk bekerja sama dengan tentara Jerman. Pada tanggal 18 Maret, pemerintahan Prancis yang baru, dipimpin oleh Thiers, setelah mendapatkan izin dari Jerman, mengirim tentara ke Paris untuk merebut persenjataan di dalam kota, serta untuk memastikan agar rakyat pekerja Paris tidak dipersenjatai dan melawan Jerman. Rakyat pekerja Paris melawan. Akibatnya Pemerintahan “Pertahanan Nasional” Prancis menyatakan perang terhadap kota Paris. Pada tanggal 26 Maret 1871, dewan kota atau Komune Paris dibentuk yang terdiri dari para pekerja dan prajurit yang terpilih. Kurang dari tiga bulan setelah anggota-anggota Komune Paris dipilih, kota Paris diserang dengan kekuatan penuh oleh tentara pemerintah Perancis. Tiga puluh ribu pekerja tanpa senjata dibantai, ribuan orang ditembaki dijalan-jalan kota Paris. Ribuan lainnya ditangkap dan 7.000 pekerja diasingkan dari Prancis selamanya.
[14]Soviet berarti “dewan” dalam bahasa Rusia. Dewan ini terbentuk pada masa revolusi sebagai organ perlawanan dan kekuasaan kaum buruh, tani, dan tentara. Soviet adalah organ demokrasi paling luas dari rakyat tertindas, dengan demokrasi langsung yang partisipatoris. Terbentuk pertama kalinya pada Revolusi 1905, soviet lalu muncul kembali pada Revolusi Februari 1917, dan akhirnya di bawah kepemimpinan Bolshevik berhasil merebut kekuasaan pada Revolusi Oktober.
[15]Internasional Keempat adalah organisasi komunis internasional yang diluncurkan oleh Trotsky setelah kebangkrutan dan degenerasi total dari Komunis Internasional (Internasional Ketiga), terutama ketika Komintern tidak bisa menghadang kemenangan fasisme di Jerman dan tidak bisa belajar dari kekeliruan besar mereka ini. Pada 1933 Trotsky menyerukan perlunya membentuk sebuah Internasional yang baru, dan baru pada 1938 Internasional Keempat resmi dideklarasi. Akan tetapi setelah kematian Trotsky pada 1940, para pemimpin penerus Internasional Keempat ternyata tidak mampu membangun organisasi ini pasca Perang Dunia II. Mereka berayun-ayun dari oportunisme ke ultra-kiri-isme, terus mencari jalan pintas dan dengan demikian menghancurkan Internasional Keempat. Internasional Keempat mengalami perpecahan demi perpecahan dan akhirnya bisa dikatakan hari ini ia sudah bukan lagi Internasional Keempatnya Trotsky.
[16]Kematian Leon Trotsky pada 1940 merupakan pukulan telak bagi Internasional Keempat. Tanpa kepemimpinan politiknya, organisasi Internasional Keempat yang masih muda ini tidak mampu menahan badai yang menerpanya. Kader-kader muda Internasional Keempat tidak sempat dididik dengan baik oleh Trotsky karena pembunuhan terhadapnya oleh agen Stalinis. Oleh karenanya, para pemimpin penerus Trotsky tidak mampu memberikan arahan yang dibutuhkan oleh Internasional Keempat setelah berakhirnya Perang Dunia II. Situasi-situasi baru pasca Perang Dunia II menyebabkan kebingungan yang besar di dalam gerakan revolusioner, terutama dengan menguatnya Stalinisme dan reformisme. Akhirnya Internasional Keempat secara organisasional ambruk pada 1950an, dengan berbagai krisis internal dan perpecahan. Hari ini secara organisasi Internasional Keempatnya Leon Trotsky sudah tidak ada lagi, walaupun ada beberapa organisasi yang mengklaim sebagai Internasional Keempat. [Penerjemah]

Menata Anggaran Daerah



Menata anggaran daerah
                                                       Oleh : achmad mudzakki mabrur
Akibat tidak adanya tata kelola keuangan daerah mengakibatkan banyaknya dari kaum elit aparatur memainkan peran, salah satunya dapat dilihat dari gaya hidup yang mewah dengan bertindak seperti raja, prilaku hidup mewah, boros, Oleh karenanya timbul prilaku karup melihat banyaknya celah dan peluang untuk karup yang salah satunya regulasi yang ada di daerah kerap kali digunakan untuk melakukan penyimpangan anggaran.
Gaya hidup yang dilakoni pejabat publik yang notabene digaji dari uang rakyat dan bekerja untuk rakyat malah dimakan sendiri dengan mengatasnamakan demokrasi. Karena ingin menyesuaikan diri dengan gaya hidup kelas baru yang dimasukinya kendati secara ekonomi belum terlalu stabil. Dimana hal itu diperparah oleh system sosial yang berlaku di masyarakat, yaitu penghargaan dan penghormatan terhadap seseorang masih didasarkan pada hal-hal yang bersifat kebendaan.
Apakah dibenarkan  pola hidup mewah di kalangan pejabat?bukankah pola hidup pejabat yang demikian merupakan indikasi berubahnya pola pikir aparatur pemerintah menjadi pragmatis dan bersifat materialistis. Kemudian makin kuatnya budaya materialistis dan hedonis serta memudarnya nilai-nilai idealisme yang akan timbul.
APBD dapat disinyalir bermasalah akibat tidak adanya perbaikan dan pengawasan ketat melalui monitoring ataupun evaluasi. Seperti halnya adanya tindak korupsi atas penggunaan dana bantuan sosial atau dana hibah yang disalurkan kepada masyarakat oleh pihak pemerintah.
Dimana APBD yang seharusnya menjadi rencana keuangan tahunan pemerintah daerah yang dibahas  dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DPRD dan ditetapkan dengan peraturan daerah kemudian dikelola dengan sebaik mungkin. Bukan untuk kepentingan ongkos politik dikarenakan besarnya biaya yang mereka keluarkan ketika pemilihan daerah.
Selain melaksanakan hak-haknya, daerah juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi kepada publik, sebagai pelayan kebutuhan dan kepentingan publik yang dapat berupa pembangunan berbagai fasilitas publik dan peningkatan kualitas pelayanan terhadap publik dan dengan menunjukkan jumlah uang yang telah digunakan selama satu tahun anggaran. Tapi sebaliknya dari hal itu dalam raelita pengelolaannya berbeda. Dimana dana digunakan demi kepentingan pribadi dan kelompok yang bukan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. 
Hal ini juga disebabkan oleh system yang lemah dalam pengelolaan sehingga korupsi sudah menggurita dalam system pemerintahan Indonesia. Negara seolah-olah baru merdeka dan tidak memiliki fondasi konstitusi yang kuat. Segala sesuatu yang pernah dirumuskan dan ditetapkan sebagai dasar-dasar negara dirombak atas nama demokrasi.
proses demokratisasi di negeri ini tak bisa dibangun batas dan norma yang jelas, sehingga segala sesuatunya bertumbuh ke titik ekstrim: kebebasan yang berlebihan, tuntutan hak yang melampaui kapasitas, tindakan yang bergerak melewati hukum, sehingga demokrasi dipenuhi oleh beban berlebihan dan ekses.
menyalahgunaan wewenang dari elit-elit daerah, apakah diakibatkan oleh pemerintah daerah memprakarsai berbagai kegiatan seperti pembuatan peraturan-peraturan daerah (Perda). Perda merupakan regulasi yang disepakati semua pembangunan di daerah, mulai dari eksekutif, legislatif, sampai publik. Perda-perda itu pula yang kemudian menjadi azas legalisasi segala tindak tanduk pemerintah daerah dalam menggerakkan roda pembangunan daerah. Salah satunya adalah mengelola anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) berdasarkan potensi-potensi keuangan yang ada.
Akibat yang di timbulkan memunculkan oligarki lokal dan elitisme. Karena kewenangan membuat kebijakan berupa peraturan daerah sepenuhnya menjadi wewenang daerah otonom. Oleh karenanya Otonomi daerah gagal membangun akuntabilitas keterwakilan dan mandatnya, baik dalam hubungan pusat daerah maupun pengelolaan daerah.
Pasca pemberlakuan otonomi daerah, korupsi oleh eksekutif daerah maupun legislative daerah terhadap APBD menjadi pemandangan umum, karena pelaku korupsi lahir melalui konspirasi yang saling menguntungkan karena mempunyai kewenangan dalam proses pembuatan, penyusunan dan pengesahan APBD.
Otonomi daerah sangat bebas dalam mengelola anggaran sehingga memicu adanya korupsi, dan mengingat anggaran publik adalah pernyataan sebuah power relation antara kekuatan-kekuatan politik, maka ada kemungkinan terjadi politik uang dalam penyusunan anggaran. Oleh karena itu, sangat strategis peran pemantauan anggaran yang dilakukan oleh elemen-elemen masyarakat sipil yang ada.
Mekanisme yang selama ini dilakukan eksekutif adalah melalui rapat koordinasi pembangunan dari tingkat propinsi hingga ke desa. Mekanisme ini masih jauh dari konsep partisipasi publik dan apalagi transparansi serta akuntabilitas. Kemudian Lemahnya pemahaman tentang anggaran daerah dalam penyusunan APBD banyak memengaruhi terjadinya korupsi. Itu sebabnya, tingkat korupsi birokrasi daerah tetap tinggi.
Semakin banyak elemen masyarakat yang melakukan pengawasan terhadap anggaran untuk publik, akan semakin berkurang tindak pidana korupsi terhadap dana-dana dalam APBD tersebut. Sebab itu, pemerintah daerah perlu mendukung berbagai upaya pengawasan yang dilakukan publik dengan cara mulai melakukan transparansi anggaran.
Pemerintah seharusnya memperbaiki tata kelola keuangan daerah jika ingin menjalankan roda pemerintahan dengan baik. Bukan masanya lagi pejabat di daerah mengakali penggunaan anggaran untuk memfasilitasi kemewahan diri dan kroninya, membiarkan rakyat tetap miskin.
Sangatlah perlu melakukan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan APBD agar korupsi dan penyelewengan anggaran tidak menggurita terus menerus dengan dibantunya aspirasi publik dan dengan pengawasan yang ketat dari elemen-elemen masyarakat. Dimana dalam pengawasannya lebih pada keseluruhan yakni tidak hanya mengawasi pelaksanaan APBD tetapi juga mengawasi sejak dilakukan dan penyusunan APBD.
Aspek lain dalam reformasi angaran dari system dan lainya adalah perubahan paradigm anggaran daerah, karena hal tersebut perlu dilakukan untuk menghasilkan anggaran daerah yang benar-benar mencerminkan kepentingan dan pengharapan dari masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah secara ekonomis, efisien dan efektif yang berdasar pada kepentingan publik dengan hasil kelola yang baik dan biaya rendah.

Kamis, 03 Januari 2013

Pengiling

-->
PALAJARAN HIDUP
Sekarang dunia ini diliputi oleh hal – hal yang banyak sekali rahasia yang perlu kita teliti tentang isi dan manfa’atnya, tapi banyak manusia sekarang kebalik mengartikan dan meneliti tentang dunia padahal sangatlah percuma karna umur yang kita punya hanyalah sedikit karna kita sebagai makhluk Allah hanya mampir di dunia ini seperti شعر dalam kitab ديوان المام الشافعي :
واحسرة للفتى ساعة # يعيشها بعد اودائه
عمر الفتى لو كان في كفه # رمى به بعد احبائه
Kesedihan akan datang jika waktu yang seharusnya kita pergunakan malah memotong waktu itu dan dia akan menyesal tapi jika dia menggunakan waktu dengan sebaik mungkin insya Allah kesenangan akan datang.
Waktu itu lebih mahal dari pada emas, karna waktu adalah kehidupan. Seorang penuntut ilmu tidak boleh menyia-nyiakan waktunya hanya untuk bercanda dan bermain. Sebab, ia tidak akan bisa mengganti kesempatan yang telah berlalu dan kesempatan itu juga tidak akan mau menantinya. Begitu juga, barang siapa tidak mau memanfaatkan waktunya, niscaya penderitaanya akan terus berkepanjangan, sebagaimana orang sakit akan terus menderita mananti datangnya waktu sehat dan semangat.
Dari ‘abdullah bin ‘abbas r.a ia berkata, ‘Rosululloh SAW bersabda :
نعمتان مغبون فيهما كثير من الناس :الصحة و الفراع
‘Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu; nikmat sehat dan waktu luang ‘(diriwayatkan oleh Bukhori dalam bab Ar-Riqoq{VIII/170)
Benar yang dikatakan rosul tentang kebodohan manusia tentang dua nikamat itu. Sebenarnya apa sih yang mereka mau?aku jadi bingung, Untuk itu mari kita mulai mempelajari tentang kehidupan karna dampaknya tidak akan enak bagi kita semua yang merasakan dan menjalankan.
Kadang manusia berkata bahwa apa yag ada,apa yang terjadi,apa yang menimpanya, itu semua karna Allah padahal belum tentu, karna manusia adalah tempatnya luput dan lupa.
Manusia tidak sadar kalau dirinya itu terjepit dalam lantunan kehidupan yang berwarna – warni,ada kalanya susah,sedih,sehat,sakit,bahagia,kaya,miskin.
Seharusnya kita sebagai manusia ciptaanNYA harus mempercayai bahwa DIA itu ada dan nyata tak ada rekayasa,hanya saja banyak manusia yang mengartikan bahwa Tuhan itu banyak ada yang dikatakan sebagai : Batu,pohon,api,air,matahari.Mereka itu salah karna benda – benda itu tidaklah tuhan melainkan suatu benda yang dapat hancur. Matahari bukanlah tuhan karna dia hanya menyinari,panas, dan tak bisa menjadikan manusia merasa sejuk,ketika malam diapun menghilang bergantian dengan bulan.
Achmad Mudzakki Mabrur Banjarnegara JATENG, zecxmabrur@gmail.com + mudzakkimabrura@yahoo.co.id
KENANGAN INDAH
Di dunia ini banyak sekali kenangan, ada yang indah ada yang lucu dan ada pula yang menyedihkan. Tetapi, kenapa dari mereka ada yang mema’nai dunia ini dengan sebutan kekejaman, kegelisahan dan kedustaan? Mereka salah, sesungguhnya bukan dunia ini yang kejam, tapi mereka sendirilah yang kejam, gelisah dan dusta. Padahal, jika mereka mau meresapi apa arti hidup ini mereka akan mengerti betapa indah dan sangat dalam artinya.
Pemikiran dan perilaku seperti itu tidak sepantasnya selalu diucapkan. Tidak seharusnya pemikiran dan perilaku itu dilakukan karena perbuatan utama itu hanya karena Allah SWT.
وَاَفْعَلُ التَّفْضِيْلُ صِلْهُ اَبَدًا تَقْدِيْرًا اَوْ لَفْظًا بِمِنْ اِنْ جُرِدَ
Perilaku yang lebih utama itu hanya semata-semata karena Allah, baik secara dhohir maupun bathin. Secara dhohir kita tidak bisa melihatnya dari tingkah laku atau gaya hidup maupun yang lainnya. Sedangkan bathin sudah pasti orangnya sendiri yang mengetahui.
Merekapun selalu menganggap bahwa diri mereka hebat dan pintar. Padahal, semua kepintaran dan kehebatan itu adalah pemberian Allah SWT.
Merekapun selalu menyepelekan para guru dan orang-orang terdahulu. Padahal sudah pasti Allah memberikan pegetahuan bagi mereka lewat para guru dan orang-orang terdahulu itu.
فَاَمَّا الضَّمَّةُ فَتَكُوْنُ عَلاَمَةً لِلرَّفْعِ فيِ اَرْبَعَةِ مَوَاضِعَ فيِ اْلاِسْمِ الْمُفْرَدِ وَجَمْعُ التَّكْسِيْرِ وَجَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّالِمِ وَالْفِعْلُ الْمُضَارِعِ اَلَّذِيْ لَمْ يَتَّصِلْ بِأَخِرِهِ شَيْئٌ.
Bahwa berkumpul (dhommah) bersama para wali dengan penuh cinta menandai tanda naiknya (tanda rafa’) murid menuju maqam muqorrobin. Menghantarkan mencapai maqam sabiqin dalam dzikir isim mufrod (Allah) dan fana’ di dalamnya.
Dalam Al-Hikam karya Ibnu Athoillah disebutkan, tidak satupun amal perbuatan yang lebih dapat diharapkan hati selain amal tang menghilangkan pengakuanmu dari dirimu dengan melihatnya, dan keberadaannya terlihat sepele bagi dirimu.
Allah sangatlah pengasih, karena apa-apa yang kita harapkan pasti dikabulkan dengan cara perantaraan, tempo ataupun secara langsung. Kembali pada diri kita yang bisa sabar menunggu atau tidak.,
Manusia bukanlah makhluk yang sempurna, dan sebagai manusia yang dhoif kita pasti akan mati, entah mati dalam husnul khotimah atau sebaliknya. Semoga kita semua termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapat Rahmat Allah SWT.




Kenangan indah yaitu melakukan karena Allah, ingat kepada Allah, takut kepada Allah, mengikuti perintah Allah dan yakin bahwa Allah itu ada dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan yakin bahwa Muhammad adalah utusan-Nya, meneruskan jejak Muhammad SAW dan berperilaku mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah.
رب كل شئ
ان الله تعالي خالق المخلوقات و نحن من المخلوقات لابد ان نعبد اليه ابدا دائماو الرحمن الرحيم المالك القوي و هو معطئ الشفعة و الكرامة و البراكة و الي ما يعطيه. اذن هيا نشكروا و نذكروا اليه لماذ لانه يخالق جميع المخلوقات و يخالق الدنيا و الاخرة وهو ربنا رب واحد ليس كمثله شئ "لااله الا الله"اذكرها و تكلمها في كل وقت مرة اخري ادعوا اليه.
نحن من المخلوقات الكاملة بين مخلوقات الاخري اي حيوان و نبات و غير ذلك لاننا نملك العقل لنفكر الى اشياء ما ولذلك اعمل فكرك خيرا او الى ما تعمل خيرا ثم لا تعمل بعمل الوسخ والقبيخ. فى هنا اى الدنيا نحن نحيا ونموت قطعا،لاادري بخير او بقبيخ"انماالاعمال بالنيات"ولذلك هيا نشكروا اليه و الى ما يعطيه،لاادري متساو بدعائ ام لا والله اعلم بصواب.­­­
ورغبة في الخير خير و عمل
بر يزين و اليقس ما لم يقال
Indahnya amal ketika kita melakukannya dengan baik dan pasti mendapatkan kebaikan pula.
Kesenangan dalam kebaikan itu merupakan suatu kebaikan pula dan perbuatan yang baik itu menghiasi diri orang yang melakukan, tinggal kita saja bisa atau enggak menlaksanakan semua yang diperintahkannya untuk dunia maupun akhirat kelak.
Laksanakanlah yang menurutmu baik dan baik pula menurut orang lain karna itu merupakan sebuah keindahan yang terpendam dalam diri manusia masing – masing yaitu di hati.
وجردالفعل اذا ما اسند # لثنين او جمع كفز الشهاد
Ketika suatu perbuatan di lakukan jangan sampai kata lebih terucap dalam bibir kita
Alangkah indahnya suatu perbuatan tanpa didasari rasa ribba(minta lebih)masya Allah,entah apa yang dipikirkan manusia “ngrekso marang Allah kok moh” manusia adalah tempat salah dan lupa!benar..memang tempatnya. Lakukanlah perbuatan hanya karna-Nya. Itu cukup baginya karna Dia-lah Tuhan segala alam.
Kekliruan memang wajar tapi alangkah bagusnya jika kita perbaiki dengan hati yang tulus apa lagi ketika kita mengerjakan dengan badan bersih maksudnya: manusia ibarat sebuah gelas yang kotor yang ketika akan diminum sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu, nah demikian manusia ketika akan melaksanakan suatu pekerjaan alangkah bagusnya ber – whudlu terlebih dahulu,begitu juga masjid ketika hendak dipergunakan untuk sholat hendaklah bersih dari kencing maupun kotoran
ان هذه المساجد لا تصلح لشئ من هذا البول و القذر, انما هي لذكر الله و قراءة القراءن
Nek pengen sholatmu tenang lan khusyu’ sholato neng masjid sing resi’ sonko uyuh lan kotoran masalahe masjid dudu WC lan tempat sampah tapi panggonan sing neng jerone khusus nggo dzikir marang Allah lan moco Al-qur’an
Apalagi jika berpakaian bersih, rasane tenang.
Allah bersabda:
يا ايها المدثر * قم فانذر * وربك فكبر * وثيابك فطهر * والرجز فاهجر
Alangkah baiknya kita sholat menggunakan pakaian bagus,mengagungkan Tuhanmu, Masya Allah begitu agung-Nya dirimu ya Allah.