Skip to main content

Posts

Solidaritas Tanpa Batas

"Kemajemukan harus bisa diterima, tanpa adanya perbedaan". (Gus Dur)
Sejarah bangsa Indonesia mencatat jejak kalangan muda menggalang solidaritas ini terlihat dari pejuangan Bung Karno. Kalangan muda memiliki peran strategis dalam perubahan negara dan bangsa dengan menggalang rasa solidaritas. 
Pada usia 25 tahun Bung Karno sudah menggalang berbagai kekuatan untuk Indonesia agar merdeka. Tepat berusia 44 tahun ketika 19 tahun kemudian Indonesia akhirnya bisa merdeka dimana Bung Karno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia.
Solidaritas menunjuk pada suatu keadaan hubungan antara individu dan atau kelompok yang didasarkan pada perasaan moral dan kepercayaan yang dianut bersama yang diperkuat oleh pengalaman emosional bersama.
Pembangunan solidaritas tidaklah mudah ditengah sistem yang sedang mengarahkan setiap individu untuk mementingkan dirinya sendiri (individualis). Hal ini tercermin dengan masih banyaknya golongan-golongan yang memiliki kesamaan masalah, nilai dan tujuan namun…
Recent posts

Absurd

Saya telah pergi keluar, seorang penyihir menghantui dengan udara hitam di malam hari, mengimpikan kejahatan. Saya telah melewati halangan di atas rumah-rumah yang polos diterangi cahaya. Masih kesepian. Di luar nalar. Saya telah menemukan gua-gua hangat di hutan. Mengisinya dengan penggorengan, ukiran, rak, lemari, sutra, barang-barang tak terhitung banyaknya. Tetap saja merengek, mengatur ulang yang tidak terstruktur. Saya pun naik kereta, melambaikan tangan telanjang di desa-desa yang lewat, mempelajari rute berliku sepi. Terselamatkan, dimana nyala api masih menggigit paha dan rusuk.

Yogyakarta, 7 Desember 2017

Silahkan Baca!

Akulah kurir kuning yang datang ke pengumpannya satu jam sebelum dia meninggal. Akulah makhluk hidup terakhir yang dia lihat. Namun yang saya lakukan hanyalah makan. Melalui delapan bulan yang panjang di musim dingin, biji bunga matahari yang diminyaki hitam itu tidak tersentuh – tidak ada satu pun jenis atau jenis lain yang pernah mendekat. Bahkan seandainya kami memiliki kekuatan-yang tidak kami miliki, setengah kelaparan seperti kami-kami akan mudah memecahkan apa pun. Pada pagi hari tanggal dua puluh dua November dia membawanya pergi dan mengisi kembali tabung makanan dengan hati bunga matahari-walet dilepas oleh mesin yang jauh dan rumit. Dia kembali masuk dan menunggu. Dari cabang, saya bisa melihat dia melakukan hal-hal yang dia sukai-dia mengambil handuk dari lantai, dia mengisi kartu yang menghentikan suratnya, dia merebus air, dia menatap ke luar angkasa. Dia melihat saya datang. Wajahnya berkedip-kedip. Memang benar ada selembar kaca di antara kami. Tapi aku bisa melihat be…

Fabel; Anak Laki-Laki & Katak

Suatu hari, beberapa anak laki-laki bermain di tepi kolam tempat tinggal keluarga Kodok. Anak laki-laki menghibur diri dengan melempar batu ke kolam sehingga melompat di atas air. Batu-batu itu terbang dengan cepat dan Anak laki-laki sangat menikmati diri mereka sendiri; Tapi katak miskin di kolam itu gemetar ketakutan. Akhirnya salah satu Katak yang tertua dan paling berani menarik kepalanya keluar dari air dan berkata "Oh, tolong, anak-anak baik, hentikan permainan kejammu! Meskipun mungkin menyenangkan bagimu, itu berarti kematian bagi kita! "

Dedikasi

Aku mengambil cahaya   dimana jendela merah menyala dengan pekerjaan ku sendiri sebelum malam tiba lalu aku berdoa jika ada yang baik maka kan ku tempuh tanganmu memaksakannya dimana aku telah gagal memenuhi keinginanmu  aku tahu melalui dirimu kesalahanku seketika lenyap suatu kerja keras instan yang ditolak olehmu   menggalakkan segala kejahatan keabadian dan dari itu saya lakukan bersamamu untuk menimbang   melalui dirimu jadilah yang terbaik jangan sampai semua memikirkan akan hal yang mudah memudar berdiri seperti manusia dihadapan Tuhan kedalaman dan impian sebuah jalan pahit dimana penuh pertimbangan dirimu lebih tahu  siapa yang membuat api dan dirimu tahu siapa yang telah membuat tanah liat itu cukuplah lah melalui dirimu O, apa yang bisa merusak atau mempercepat bantu aku untuk berdiri tegak membantu orang-orang yang lebih membutuhkan

Fabel; Ayah, Anak dan Gagak

Suatu petang seorang ayah dan anak berincang-bincang di halaman rumah. Anak ini baru menamatkan pendidikan tingginya. Mereka duduk-duduk sambil memperhatikan suasana di sekitar mereka. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting salah satu pohon. Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak “Nak, apakah benda itu?” tanya si ayah. “Burung gagak”, jawab si anak. Namun kemudian sang ayah mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar jawabannya tadi, lalu menjawab dengan sedikit kuat, “Itu burung gagak, Ayah!” Si ayah mengangguk-angguk. Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi pertanyaan yang sama. Si anak merasa sedikit bingung dengan pertanyaan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, “Itu Gagak, Ayah!” Si ayah terdiam. Namun tidak lama kemudian sekali lagi sang ayah mengajukan pertanyaan yang serupa hingga membuat si anak hilang kesabaran dan menjawab dengan nada tinggi & kesal kepada si ayah, “Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau t…

Siapakah Engkau

Dari : Sapardi Djoko Damono
Aku adalh adam yang telah memakan buah apel itu; Adam yang tiba-tiba sadar kehadiranya sendiri, terkejut dan merasa malu. adalam jaring waktu dan tempat, tak  adalah Adam yang kemudian mengerti baik dan buruk, mencoba lolos  dari dosa kelain dosa; Adam yang selalu mengawasi diri sendiri dengan rasa curiga,  dan berusaha menutupi wajahnya. akulah tak lain Adam yang menggelapar tak tertolong lagi dari kenyataan : firdaus yang hilang; lantaran kesadaran dan curiga yang berlebih atas Kehadiranya sendiri. aku adalah Adam yang mendengar suara Tuhan : Selamat berpisah, Adam.